Kylian Mbappé Lottin, lahir pada 20 Desember 1998 di Paris, Prancis, telah menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di sepak bola dunia dalam waktu singkat. Dengan kecepatan luar biasa, teknik mematikan, dan mentalitas pemenang, ia tidak hanya memecahkan rekor tetapi juga menetapkan standar baru untuk generasi pemain muda.
Awal Karier: Bakat yang Tak Terbendung
Mbappé memulai karier di AS Bondy, klub kecil di pinggiran Paris, sebelum bergabung dengan akademi AS Monaco pada 2013. Debut profesionalnya terjadi di usia 16 tahun, menjadikannya pemain termuda dalam sejarah Monaco. Pada musim 2016-2017, ia meledak dengan 26 gol, membantu Monaco merebut gelar Ligue 1 dan mencapai semifinal Liga Champions.
Bangkitnya Bintang di PSG dan Dunia Internasional
Pada 2017, Mbappé bergabung ke Paris Saint-Germain (PSG) dengan status pinjaman, yang kemudian menjadi transfer permanen senilai €180 juta—menjadikannya pemain termahal kedua saat itu. Bersama Neymar dan Lionel Messi, ia membentuk trio menakutkan yang mendominasi sepak bola Prancis. Prestasinya di PSG mencakup:
- 6x Juara Ligue 1
- 250+ gol dalam 300+ penampilan
- Pemain terbaik Ligue 1 4x berturut-turut
Di timnas Prancis, Mbappé adalah bintang Piala Dunia 2018 di Rusia. Ia mencetak 4 gol, termasuk satu di final melawan Kroasia, menjadikannya remaja kedua setelah Pelé yang mencetak gol di final Piala Dunia. Pada Piala Dunia 2022, ia mencetak hat-trick di final melawan Argentina (meski Prancis kalah adu penalti) dan meraih Sepatu Emas dengan 8 gol.
Gaya Bermain: Kombinasi Kecepatan dan Kecerdasan
Mbappé sering dibandingkan dengan legenda seperti Thierry Henry dan Ronaldo Nazário karena:
- Kecepatan 38 km/jam, salah satu yang tercepat di dunia.
- Finishing dingin dengan kedua kaki.
- Kemampuan membaca permainan yang matang di usianya.
Pelatih Didier Deschamps menyebutnya: "Dia pemain langka yang bisa mengubah permainan dalam satu sentuhan."
Kontroversi dan Masa Depan
Meski sukses, Mbappé tak lepas dari sorotan:
- Konflik dengan PSG (2022-2023) soal kontrak dan keinginan pindah ke Real Madrid.
- Kritik atas kepemimpinan, terutama setelah kekalahan di Liga Champions.
Pada 2024, ia akhirnya bergabung dengan Real Madrid—mengakhiri salah satu transfer saga terpanjang dalam sejarah.
Warisan dan Potensi Tak Terbatas
Di usia 25 tahun, Mbappé sudah:
- Mencetak 300+ gol klub.
- Memenangkan Piala Dunia dan Nations League.
- 3x masuk nominasi Ballon d’Or (Peringkat 3 terbaik).
Dengan kedewasaan yang terus berkembang, ia diprediksi akan memimpin sepak bola pasca-era Messi/Ronaldo.
Kesimpulan
Kylian Mbappé bukan sekadar pemain berbakat, melainkan simbol evolusi sepak bola modern. Jika konsisten, ia berpeluang menyamai—atau bahkan melampaui—legenda sebelumnya. Seperti kata Pelé: "Dia memiliki segalanya untuk menjadi yang terbaik."
Dunia menanti bagaimana Mbappé akan menorehkan sejarah baru di Real Madrid dan Piala Dunia 2026!